Tampilkan postingan dengan label ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Oktober 2013

Konsep Masyarakat dan Sosial Budaya Masyarakat Indonesia

Konsep Masyarakat dan Sosial Budaya Masyarakat Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
       Konsep Masyarakat adalah segenap tingkah  laku  manusia yang di anggap sesuai. Tidak melanggar norma-norma umum dan adat istiadat serta terintegrasi langsung dengan tingkah laku umum. Masyarakat menurut definisi kamus dewan ialah kumpulan manusia yang hidup bersama di sesuatu tempat dengan aturan dan cara tertentu. Individu, keluarga dan kumpulan-kumpulan kecil merupakan anggota sesebuah masyarakat. Jaringan erat wujud dalam kalangan anggota tersebut, khususnya melalui hubungan bersemuka. Daripada pergaulan ini, terbina pola hubungan sosial yang berulang sifatnya seperti kegiatan gotong royong, bersama-sama merayakan sesuatu perayaan melalui rumah terbuka, berkumpul menyambut pembesar yang datang berkunjung, menghadiri kendui majlis perkahwinan, membantu mereka yang ditimpa malapetaka yang sakit atau yang telah meninggal dunia. Kekerapan pergaulan ini membina satu kesepaduan dalam masyarakat tersebut sebagai satu unit sosial.

BAB II
PEMBAHASAN
II.1.  Konsep Masyarakat
 
Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah.
 
Apa yang menjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
Konsep Masyarakat adalah segenap tingkah laku manusia yang di anggap sesuai. Tidak melanggar norma-norma umum dan adat istiadat serta terintegrasi langsung dengan tingkah laku umum. Dan dapat mengorganisasikan dirinya dan berpikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batasan-batasan tertentu. Setiap masyarakat pula mempunyai budayanya yang tersendiri yang terbentuk daripada hubungan rapat sesama anggotanya semenjak masyarakat itu wujud.
 
II. 2.  Komunitas (community)
 
Komunitas adalah satu kesatuan hidup manusia (kumpulan dari berbgagai populasi) yang menempati suatu wilayah yang nyata dan berintegrasi menurut sistem adat istiadat dan terikat oleh rasa identititas komunitas. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi. Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.
 
Komunitas, menurut John Dewey, terbangun dari ikatan-ikatan (commonalities) yang secara rumit saling terkait melalui komunikasi. Masyarakat tidak terus ada karena penyebaran, karena komunikasi, tetapi cukup layak jika dikatakan bahwa masyarakat terwujud dalam komunikasi. Ikatan-ikatan, dalam bentuk seperi ‘tujuan, kepercayaan, dan pengetahuan’, adalah keharusan bagi terbentuknya komunitas, dan terbangun melalui komunikasi. Dalam konsepsi Dewey, komunikasi dan cara-cara di mana komunikasi dilakukan adalah krusial bagi pembentukan komunitas, dan kita bisa menyimpulkan juga bahwa ‘kualitas’ komunikasi menyatu dengan kualitas komunitas tersebut (John Dewey, 1916: 4).
 
Komunitas dapat terbentuk oleh empat faktor : komunikasi dan keinginan berbagi (sharing): Para anggota saling menolong satu sama lain, tempat yang disepakati bersama untuk bertemu, ritual dan kebiasaan: Orang-orang datang secara teratur dan periodik, influencer: influencer merintis sesuatu hal dan para anggota selanjutnya ikut terlibat. Dalam komunitas juga terdapat beberapa aturan sendiri, yaitu saling berbagi (share), komunikasi, transparasi dan kejujuran, serta partisipasi (dari anggota komunitas tersebut)
Kriteria dimensi komunitas/community
·     Sekelompok orang (A group of people)
·     Berbagi interaksi sosial (Shared social interaction)
·     Ikatan yang biasa di antara anggotanya (Common ties among members)
·     Orang yang berbagi suatu area pada beberapa perioda waktu (People who share an area for some period of time)
II.3.   Konsep - Konsep tentang Realitas Sosial Budaya
Berikut ini beberapa realitas sosial budaya yang terdapat di masyarakat.
1)      Masyarakat
Adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial terntentu dalam waktu yang cukup lama.
2)      Interaksi Sosial 
Adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu,antara individu dari kelompok dan antarkelompok.
3)      Status dan Peran
Status adalah posisi seseorang dalam masyarakat yang merupakan aspek masyarakat yang kurang lebih bersifat statis. Peran merupakan pola tindakan dari orang yang memiliki status tertentu dan merupakan aspek masyarakat yang kurang lebih bersifat dinamis.
4)      Nilai
Nilai itu adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh anggota masyarakat dan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan.Pergeseran nilai akan mempengaruhi kebiasaan dan tata kelakuan.
5)      Norma
Norma merupakan wujud konkret dari nilai sosial,dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang telah dianggap baik dan benar.
6)      Lembaga Sosial
Menurut Paul B.Horton dan Chester L Hunt,lembaga adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir dan mewujudkan nilai-nilai dan tata cara umu tertentu dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.Lembaga merupaka satu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan yang oleh masyarakat dianggap penting.
7)      Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses individu belajar berinteraksi di tengah masyarakat.Melalui proses sosialisasi ,seorang individu akan memperoleh pengetahuan,nilai-nila dan norma-norma yang akan membekalinya dalam proses pergaulan.
8)      Perilaku Menyimpang
Merupakan bentuk perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku.
9)      Pengendalian Sosial
Setiap masyarakat menginginkan adanya suatu ketertiban agar tata hubungan antarwarga masyarakat dapat berjalan secara tertib dan lancar,untuk kepentingan ini masyarakat membuat norma sebagai pedoman yang pelaksanaannya memerlukan suatu bentuk pengawasan dan pengendalian.
10)  Proses Sosial
Proses sosial merupakan proses interaksi dan komunikasi antarkomponen masyarakat dari waktu ke waktu hingga mewujudkan suatu perubahan.Dlama suatu proses sosial terdapat komponen-komponen yang saling terkait satu sama lain,yaitu:
a.         Struktur sosial,yaitu susunan masyarakat secara komprehensif yang menyangkut individu ,tata nilai,dan struktur budayanya.
b.         Interaksi Sosial,yaitu keseluruhan jalinan antarwarga masyarakat.
c.         Struktur alam lingkungan yang meliputi letak,bentang alam,iklim,flora dan fauna.Komponen isi merupakan salah satu komponen yang turut mempengaruhi bagaimana jalannya proses sosial dalam suatu masyarakat.
11)  Perubahan Sosial Budaya
Adalah perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsurnya sehingga memunculkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal.
12)  Kebudayaan
Adalah semua hasil cipta,rasa dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat.Dalam arti luas,kebudayaan merupakan segala sesuatu yang ada di muka bumi yang keberadaannya diciptakan oleh manusia.Dibentuk oleh:
a. artefak,yaitu benda hasil karya manusia
b. sistem aktivitas,seperti berbagai jenis tarian,olahraga,kegiatan sosial,ritual
c. sistem ide atau gagasan,yaitu pola pikir yang ada di dalam pikiran manusia.
 
II.4.   Perbedaan Konsep Masyarakat dan Komunitas
 
Masyarakat adalah istilah umum bagi suatu kesautan hidup manusia dan karena itu bersifat lebih luas daripada istilah komunitas. Komunitas lebih bersifat khusus karena ciri tambahan ikatanlokasi dan kesadaran wilayah. Namun demikian, ”komunitas” masuk dalam kedalam masyarakat sebagai salah satu wujud kesatuan manusia yang menekankan aspek lokasi hidup dan wilayah, sementara wujud yang lain adalah ”kelompok” yang menekankan aspek organisasi dan pimpinan dari suatu kesatuan manusia. Konsep yang hampir sama dengan ”kelompok” adalah ”perkumpulan” namun tidak masuk dalam kategori masyarakat. Ada tiga wujud kesatuan manusia yang lain, yang tidak disebut sebagai masyarakat, yaitu ”kerumunan”, ”kategori sosial”, dan ”golongan sosial”.
A.  Kerumunan (crowd)
Le Bon dalam bukunya The Crowd: A study of the Popular Mind (judul asli: La Foule, 1985) berpendapat bahwa dalam pengertian sehari-hari istilah kerumunan berarti sejumlah individu yang berkumpul bersama, namun dari segi psikologis istilah kerumunan mempunyai makna sekumpulan orang yang mempunyai ciri baru yang berbeda yaitu berhaluan sama dan kesadaran perseorangan lenyap dan terbentuknya satu makhluk tunggal kerumunan terorganisasi (organized crowd) atau kerumunan psikologis (psychological crowd). Kerumunan merupakan sekumpulan orang berjumlah relatif besar yang bersifat sementara diamana perkumpulan itu disebabkan oleh sebuah kejadian, dan orang-orang tersebut memberikan reaksi yang sama terhadap rangsanga kejadian tersebut. Dalam kerumunan juga bisa terjadi interaksi, tetapi belum bisa dikatakan sebagai masyarakat. Hal ini disebabkan dalam kerumunan tidak terdapat suatu ikatan khusus (yang merupakan sayarat dari sebuah masyarakat), yiatu berupa pola tingkah laku yang khas mengenai semua faktor kehidupannya, yang mana pola itu bersifat mantap dan kontinyu; telah menjadi adat-istiadat yang khas.
Suatu kerumunan manusia mengandung sifat-sifat psikologis tertentu yang dapat dipergunakan orang lain untuk maksud-maksud positif dan negatif. Suatu kerumunan manusia dapat dibuat emosional, misalnya dengan suatu pidato yang berkobar-kobar, kemudian diajak untuk mengadakan demonstrasi.
 
B.   Kategori Sosial (social category)
Kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujdukan karena adanya suatu ciri atau suatu kompleks ciri-ciri obyektif yang dapat dikenakan kepada masing-masing manusia itu.
Sebagai contoh adalah dalam masyarakat ada suatu kategori orang yang memilik mobil dan yang tidak memilik mobil, dengan maksud untuk menentukan siapa-siapa saja yang harus membayar sumbangan wajib dan siapa-siapa sja yang bebas dari sumbangan itu. Contoh lain adalah dalam suatu negara ditentukan melalui hukum bahwa ada kategori orang-orang yang berumur diatas 18 tahun dan ada orang-orang yang berumur dibawah 18 tahun, untuk membedakan warganegara yang telah memiliki hak pilih dan warganegara yang belum mendapat hak pilih dalam Pemilu.
Dalam kategori sosial tidak ada adat, sistem nilai, atau norma tertentu yang mengikat. Kategori sosial juga tidak memiiki lokasi, organisasi dan pimpinan.
 
C.   Golongan Sosial
Golongan sosial adalah kesatuan manusia yang terwujud karena suatu ciri yang dikenakan kepada masyarakat yang bersifat spesifik dari pihak luar.
Sebagai contoh adalah golongan Negro atau Blacks dalam masyarakat Negara Amerika Serikat terjadi karena cirri-ciri ras yang tampak pada mereka membedakan mereka dari warganegara Amerika Serikat lain yang mempuyai ciri-ciri ras Kaukasoid. Mereka (orang-orang Negro itu) mempunyai rasa identitas sosial sebagai suatu golongan khusus karena dalam masyarakat mereka didiskriminasi dengan pandangan stereotipe yang biasanya merendakhan mereka.




BAB III
PENUTUP
III.1.    Kesimpulan
 
Masyarakat adalah istilah umum bagi suatu kesautan hidup manusia dan karena itu bersifat lebih luas daripada istilah komunitas. Komunitas lebih bersifat khusus karena ciri tambahan ikatanlokasi dan kesadaran wilayah. Namun demikian, ”komunitas” masuk dalam kedalam masyarakat sebagai salah satu wujud kesatuan manusia yang menekankan aspek lokasi hidup dan wilayah, sementara wujud yang lain adalah ”kelompok” yang menekankan aspek organisasi dan pimpinan dari suatu kesatuan manusia. Konsep yang hampir sama dengan ”kelompok” adalah ”perkumpulan” namun tidak masuk dalam kategori masyarakat.
III.2.   Kritik dan saran
Demi menyempurnakan makalah ini agar tidak terdapatnya kesalahan, maka kami mengharapkan saran, kritikan maupun partisipasinya yang dapat membantu dalam kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Budiman, Maneke 1999. ‘Jati Diri Budaya dalam Proses Nation Building di Indonesia: 
Kleden, Ignas.1987. Sikap Ilmiah dan Kritik Kebudayaan. Jakarta: LP3 Es.   
       
Mengubah       Kendala Menjadi Aset’, Jurnal Wacana FSUI.No.1 April 1999. Vol 1. hal. 3
Roeder, O.G. 1987. Indonesia. A Personal Introduction. Jakarta : Gramedia.
Soeparmo, dkk. 1986. Pola Berpikir Ilmuwan dalam Konteks Sosial Budaya Indonesia. Surabaya: Unair Press.
Tim Lembaga Riset Kebudayaan. 1986. Kapita Selekta Manifestasi Budaya Indonesia. Bandung: Alumni

Sumber : http://zahrah02fatrahajar.blogspot.com/2012/11/konsep-masyarakat-dan-sosial-budaya.html

Pengertian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya

PENGERTIAN ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ISBD
Yang di ampu oleh Ana maulana, M.Pd



1. Pengertian ISBD

Sumber dari segala ilmu pengetahuan adalah filsafat (philosophia). Dari filsafat tersebut lahirlah 3 cabang ilmu pengetahuan, diantaranya:
  1. Natural science (ilmu ilmu alam meliputi fisika, kimia, biologi dll)
  2. Social sciences (ilmu ilmu social meliputi: sejarah, politik, ekonomi dll.)
  3. Humanities (ilmu ilmu budaya meliputi: bahasa, agama, kesenian dll)
Adapun ilmu social dinamakan demikian karena ilmu tersebut engambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya.
Objek social science adalah manusia, sedangkan untuk membedakan antara ilmu ilmu social adalah focus of interest (pusat perhatian)

Secara sederhana ISBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu:
  1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
  2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
  3. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
  4. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.
  5. Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

2. Tujuan Ilmu Sosial Budaya Dasar

Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut ISBD diharapkan dapat :
  • Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
  • Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  • Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
  • Menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

3. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :

1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya

2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam ISBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1.Manusia dan cinta kasih
2.Manusia dan Keindahan
3.Manusia dan Penderitaan
4.Manusia dan Keadilan
5.Manusia dan Pandangan hidup
6.Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7.Manusia dan kegelisahan
8.Manusia dan harapan


4. Fungsi ISBD
Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala gejala social kebudayaan agar daya tanggap , persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan social budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya lebih besar.


5. Visi ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memehami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.


6. Misi ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.


7. Kompetensi ISBD
Menjadi ilmuan dan professional yang berfikir kritis, kreatif, sistemik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, estetis, serta memiliki apresiasi, kepekaan dan empati social , bersikap demokratis, berkeadaban serta ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah social budaya secara arif.


8. Kompetensi MBB
Kompetensi MBB yang dituju ialah agar mahasiswa menguasai kemampuan berfikir rasional, berwawasan luas, berjiwa besar sebagai manusia intelektual beradab dan bermartabat yang bertanggung jawab terhadap :
  • Terwujudnya estetika, etika dan moral atau nilai nilai budaya bagi keteraturan, kebersamaa dan kesejahteraan hidup bermasyarakat
  • Terpeliharanya sumber daya alam dan lingkungannya

Mengapa MBB-ISBD perlu diajarkan di perguruan tinggi umum????
Ø Landasan Historis
· Nenek moyang kita orang beragama, terbukti dengan peninggalan sejarah nya
· Memiliki warisan budaya dan peradaban tinggi
· Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, cinta damai, toleran dan bergotong royong
Ø Landasan Filosofis
· Bangsa Indonesia memiliki falsafah
· Hidup pancasila
· Ketuhanan yang maha esa
· Kemanusiaan yang adil dan beradab
· Persatuan Indonesia
· Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
· Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
Ø Landasan Yuridis Formal
· UUD 1945 pasal 30, 31
· UU no 20 tahun 2003 tentang sisdiknas
· Kep mendiknas no 232/U/2000 dan No 045/U/2002 tentang kurikulum inti
Ø Landasan Pedagogis
· Mewujukan manusia Indonesia seutuhnya
· Kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat perlu adanya pewarisan pengetahuan, nilai religi, dan social budaya
· Dalam pergaulan global perlu mempertahankan jati diri sebagai bangsa yang beragama, berdaulat dan bernegara
Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya. Dan masalah masalah yang menyertainya disebut HOMOHUMANUS.
Pendidikan Nasioanal
Tujuan dari pendidikan nasional ialah berkembangnya potensipeserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, ber akhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam UU NO 20 TAHUN 2003, fungsi dari pendidikan nasional ialah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sumber : http://yuniagustinabiologi2a.blogspot.com/2011/06/pengertian-ilmu-sosial-dan-ilmu-budaya.html

Pengantar Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

BAB  1
PENGANTAR ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR
·          
      Hakekat dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
ISD adalah pengetahuan yg menelaah masalah2 sosial, khususnya masalah2 yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori2 (fakta, konsep, teori) yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu2 sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah) MK. ISD merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yg dikembangkan untuk melengkapi gejala2 sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.
ISD meliputi dua kelompok utama : studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga sosial. Yg terutama terdiri atas psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedang yg kemudian terdiri atas ekonomi dan politik. Sasaran STUDI ISD adalah aspek2 yg paling dasar yg ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah2 yg terwujud dari padanya
IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.


·         Ilmu Sosial Dasar sebagai MK kehidupan bermasyarakat
1.       Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengalaman nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi.
2.       Takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, bersikap sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
3.       Memiliki wawasan yang komprehensif dan pendekata Intergral di dalam menyikapi kehidupan sosial.
4.       Memilki wawasan yang budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan mampu berperan serta.
·         Tujuan ISD dan IBD
è ISD  =  Tujuan dari kajian Ilmu Sosial Dasar ini ialah untuk memahami dan menyadari adanya kenyataan sosial dalam masyarakat dan masalah sosial dalam masyarakat merupakan masalah yang kompleks dan pembentukan, pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan sosial dapat dipertajam.
è IBD = Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama unyuk kepentingan profesi mereka. Memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut. Mengusahakan agar para mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruanglingkup pendidikan kita amat dan condong membuat spesialis yang berpandangan kurang luas.
·         Perbedaan ISD dan BD
è ISD  = Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan maslah social tertentu. Kenyataan-kenyataan social tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukakn untuk mempelajari masalah-masalah social. Persamaan dan perbedaan itulah yang seringkali menyebabkan timbulnya konflik, kerjasama, kesetiakawanan antar individu dan golongan. Masalah-masalah social yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan social yang antara satu dengan yang lainnya salaing berkaitan.
è IBD  = Berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalah-masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi keahlian. (disiplin) didalam pengertian budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya. Hakikat manusia yang satu atau universal, tetapi beragam perwujudannya dalam kebudayaan setiap zaman dan tempat. Dalam menghadapi lingkungan alam, social, dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, tetapi juga ketidak seragaman, sebagaimana ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran, perasaan, dan tingkah laku.
·         ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial Budaya
ISBD sebagai integerasi dari ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan kosep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa peka, tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.

Sumber : http://kahfiehudson.blogspot.com/2010/10/ilmu-sosial-dan-budaya-dasar.html